Biawak atau Kadal Monitor

Biawak, Bukan Penghuni Asli Gua Alam

Ekosistem gua adalah ekosistem yang asing, seasing lingkungannya yang gelap, lembab dan tidak mudah untuk di capai. Gua merupakan tempat berlangsungnya proses adaptasi dan evolusi berbagai jenis organisme. Gua yang terbentuk menciptakan sebuah habitat bagi makhluk hidup lainnya. Kondisi gua yang gelap dan sumber bahan organik yang terbatas menciptakan habitat unik dan menarik untuk dipelajari.

Beberapa jenis serangga dapat anda jumpai di dalam gua, mulai dari semut, jangkrik, laba-laba dan landak. Keberadaan kelelawar dapat dikenali langsung melalui bau khas guano (kotoran kelelawar) saat mulai memasuki mulut gua. Reptil lain yang cukup besar seperti biawak, menjadikan gua-gua ini sebagai tempat perlindungan dari teriknya matahari.

Iklan
Gua Lanang Pangandaran

Menelusuri Gua Alam di Pangandaran

Apa itu Karst? Kawasan karst merupakan bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuklahan spesifik yang berkembang di batuan mudah larut (batugamping, marmer, gipsum, halit) dan memiliki banyak rekahan. Kawasan karst dicirikan oleh keberadaan cekungan tertutup, drainase bawah tanah, dan gua.

Untuk membuktikannya, jika anda berwisata di Pangandaran sempatkan untuk melakukan kunjungan ke Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran. Karena anda dapat membuktikan secara langsung keberadaan beberapa Gua Karst sekaligus sebagai muatan edukasi untuk mempelajari proses pembentukan gua alam dan menyaksikan ornamen-ornamen yang terbentuk di dalam gua tersebut.

Beberapa Gua Karst yang dapat anda masuki di kawasan cagar alam adalah Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, Gua Parat, Gua Panggung. Gua Lanang dan Gua Parat adalah salah satu gua yang cukup besar untuk bisa di eksplorasi oleh banyak orang, dan yang menarik dari kedua Gua ini memiliki dua pintu keluar masuk yang tembus, jadi anda tidak perlu kembali lagi dan dapat melanjutkan ke rute spot wisata lainnya.